Sabtu, 03 Maret 2018

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XIII 2018




Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki beragam suku dan budaya. keragaman suku dan budaya tersebut tidak lantas membuat keutuhan indonesia terpecah belah. justru dengan keragaman tersebut membuat indoensia semakin kuat dan kokoh, karena saling melengkapi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain. Maka munculah semboyan atau moto bangsa Indonesia "Bhineka Tunggal Ika" yang bermakna berbeda beda tetapi tetap satu. Semboyan ini diambil dari salah satu kitab sutasoma karangan Mpu Tntular yang berasal dari kerajaan majapahit tujuh abad silam. walapun berbeda beda latar belakang baik dari segi pendidikan,profesi ataupun sosial - budaya lainya ,segenap bangsa indonesias tetap dalam satu kesatuan bahasa ,bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Membahas tentang suku dan budaya di indonesia, terdapat beberapa suku dan budaya yang berasal dari luar indonesia. itu artinya indonesia sendiri bersifat terbuka dengan kebudayaan lain ,namun tetap waspada dan hati-hati serta memilah budaya yang sesuai dengan latar belakang budaya di indoesia. salah satu budaya tersebut ialah budaya tionghoa. Budaya ini berasal dari Tingkok China yang masuk ke indonesia melalui misi perniagaan china yaitu  para pedagang yang berasal dari daerah tersebut. Budaya Tionghoa telah mendiami indonesia sejak ratusan tahun lalu lamanya karena sudah ada sejak sebelum indonesia ada. Pada kala itu indonesia masih memiliki julukan atau nama Nusantara. Itu berarti budaya tionghoa telah berumur cukup tua.Budaya ini telah diakui sejak lama sebagai salah satu budaya asing yang mendiami di indoensia. Wilayahnya pun tidak hanya satu tempat saja,namun menyebar ke beberapa daerah di indonesia. Pusat kebudayaan ini berada di Semarang Jawa Tengah dan Yogyakarta. Seperti halnya kebudayaan yang lain, budaya tionghoa juga memiliki beberapa tradisi salah satunya ialah tradisi perayaan tahun baru china (Imlek) yang diadakan sekali dalam setahun. Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya ini,pemerintah juga ikut berpartisipasi yaitu dengan memberlakukan hari libur nasional pada saat tahun baru china ini. ini artinya terdapat rasa toleransi antar suku dan budaya dengan tidak membeda - bedakan ataupun deskriminasi. terdapat keragamaan perayaan tahun baru china ini disetiap daerah yang didiami. mereka para pengikut kebudayaan ini memiliki cara - cara tersendiri dalam perayaan. berikut ini saya akan sedikit memaparkan perayaan Imlek di Yogyakarta yang diselenggarakan pada tanggal 24 Februari hingga 02 Maret 2018.
Perayaan Imlek di yogyakarta diselenggarakan di Kampung Ketandan Maliboro yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Yogyakarta. Agenda perayaan ini bertajub Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta dengan tema diselenggarakan oleh panitia budaya tionghoa bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.Agenda ini dibuka muali pukul 17.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu indonesia bagian barat dengan banyak kegiatan yang disuguhkan antara lain berbagai jenis perlombaan,pementasan,dan festival kuliner khas tionghoa.Kegiatan yang dilomabakan antara lain menyanyi lagu china,menyanyi lagu daerah di Indonesia baik solo maupun kelompok grup band. ditambah pementasan beberapa tari dan pertunjukkan lainnya. Namun ada yang tida pernah ketinggalan ciri khas dari perayaan imlek yaitu penampialn tari barongsai dan tari naga.  Setiap hari, kedua tari ini ditampilkan dalam acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2018 (PBTY).  Saya menghadiri Pekan budaya ini pada hari Selasa,27 Februari 2018.Dengan Agenda Sebagai Beikut :
1. Vocal Grup oleh Sanggar Telenta DC pukul 16.30 – 18.00
2. Tari Tgajah Melin oleh TK Trimulyo Sleman pukul 18.00 – 18.15
3. Naga Barongsai Mutiara Naga pukul 18.15 – 18.35
4. Kompetisi Band I  PBTY pukul 18.35 – 19.10
5. Tari Gajah Topeng oleh Sanggar Asmara Tejo pukul 19.10 – 19.20
6. Tari Senyum Indonesia oleh Komunitas Ayo Menari pukul 19.20 – 19.30.
7. Kompetisi Band II PBTY pukul 19.30 – 20.00
8. Tari Loy Kratong Thailand pukul 20.00 – 20.15
9. Live Band Perform pukul 20.50 – 21.10
10. Kompetisi Band III PBTY pukul 21.10 – 21.45
11. Naga Barongsai LSM Grass pukul 21.45 – 22.00.

Dari agenda tersebut dapat dilihat bahwa walapun  festival ini bertajub budaya tionghoa tetapi tetap mengikutsertakan budaya budaya lain sepertu dari Thailand dan Tari gajah. Kemudian untuk festival kuliner Tionghoa,meskipun biasanya identik dengan hewan b*bi, tidak semuanya kuliner yang disuguhkan berbahan utama hewan tersebut. Banyak juga yang menjajakan makanan berbahan utama lain seperti ayam,kerak telor,minuman berbahan kopi,teha,susu dan lemon,bakso,mi ayam,dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pekan budaya ini dibuka untuk umum, sehingga siapa pun berlatar belakang apapun diperbolehkan menghadiri perayaan ini. Tentu mayoritas penonton ialah para warga berkebudayaan tionghoa,namun warga pribumi asli Indonesia sendiri juga tidak kalah banyak yang menghadiri perayaan ini.Maka dari sini,dapat diambil hikmah bahwa bangsa Indonesia tetap memegang rasa toleransi dan kerukuan antar suku dan budaya.
Kemudian,pertunjukkan yang akan saya bahas lebih lanjut ialah tari naga barongsai,atau awam menyebutnya tari barongsai. tarian ini berasal dari china. barongsai sendiri merupakan peragaan tari yang menyerupai singa.oleh karena itu,pada saat membawakan tari barongsai,para penari memakai kostum atau sarung yang menyerupai singa. berdasar laman http://santossalam.blogspot.co.id/2016/02/seni-tari-barongsai-sejarah-dan.html yang saya baca,tari barongsai ini melambangkan keberanian,stabilitas dan keunggulan. biasanya tarian ini di iringi suara kembang api,alat musik simbal dan gong. setiap gerakan memiliki suara musik tersendiri, jadi musik mengikuti gerakan tari. setiap barongsai dimainkan oleh dua orang penari yang masing - masing berperan sebagai kepala singa dan tubuh singa. kebanyakan gerakan yang dimainkan ilaha singa melompat, jadi antar pemain harus mampu menjaga keseimbangan gerakan tari. nah ,itulah sekilas pemaparan Pekan Budaya Tionghoa Yogykarta 2018. sekian dan terimakasih .

By Lutfhi Rofiyatun / IP A 2016
#idks2018 #pustakawanplus #librarianplus #ptby2018 #pekanbudayationghoayogyakarta2018





Tidak ada komentar:

Posting Komentar